Headlines News :

Paling Anyar

Kabar Paling Anyar

Tahun 2020 UIN SaiZu Membangun Kampus di Purbalingga

Written By Kabare Bralink on Wednesday, October 13, 2021 | 3:36 PM

UIN SaiZu

Purbalingga - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto yang mulai 11 Mei 2021 berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN SaiZu) akan mulai melaksanakan pembangunan kampus di Purbalingga awal tahun 2022. Pembangunan dilakukan dengan alokasi anggaran Rp 150 Miliar.

Demikian disampaikan Rektor IUN, Saizu Moh Roqib yang didampingi Wakil Rektor II, Ridwan; saat bertemu dengan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), di Ruang Rapat Bupati kompleks Pemkab Purbalingga, Selasa (12/10/2021) sore. “Tahun ini kami mulai melaksanakan pembangunan jalan dan jembatan di dua lokasi kampus yang ada di Purbalingga,” ungkapnya.

Dia menyampaikan terkait pembangunan kampus di Purbalingga, pihaknya mendapatkan hibah tanah dari Pemkab Purbalingga. Masing-masing di Kelurahan Karangsentul Kecamatan Padamara dan Desa Karangjengkol Kecamatan Kutasari. Luas tanah yang dihibahkan totalnya sebanyak 170.702 hektare (ha). “Dana pembangunan dari pemerintah pusat,”terangnya.

Masing-masing sebesar Rp 148 Miliar dari pemerintah pusat dan sisanya dana dari kampus sebesar Rp 2 Miliar. Tahun ini dana dari kampus digunakan untuk pembangunan pagar dan jembatan. “Fokus kami pembangunan kampus di Karangsentul,” ungkapnya.

Lima gedung yang akan dibangun di Karangsentul masing-masing gedung pendidikan terpadu, asrama, laboratorium bahasa dan multimedia, gedung pendidikan profesi dan sertifikasi serta laboratoriumnya. Pihaknya fokus pada fakultas dan program studi sains dan profesi. “ Tahun depan pembangunan dimulai dan tahun 2023 harus sudah selesai,"tandasnya.

Bupati Tiwi dalam kesempatan tersebut mengatakan pihaknya mensuport pembangunan kampus UIN SaiZu di Purbalingga. Disampaikan saat ini pihaknya memang sedang berupaya meningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini masih menjadi persoalan. Upaya untuk meningkatkan IPM satu diantaranya adalah dengan menarik sekolah tinggi atau universitas di Purbalingga.

“Sebab, ketika pemuda yang melanjutkan tinggi di kota lain, itu tidak berdampak pada Purbalingga. Justru dampaknya ada di kota di mana kampus itu berdiri,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Purbalingg telah menghibahkan lahan kepada Institut IAIN Purwokerto. Penandatanganan hibah dilakukan Bupati Tiwi bersama Rektor Moh Roqib, di Pendapa Dipokusumo Pemkab Purbalingga, Jumat (26/9/2020). (Kabare Braling).

Bupati Tiwi Berikan antuan untuk Warga Disabilitas di Empat Kecamatan

Bupati Tiwi berikan bantuan

Purbalingga - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyerahkan bantuan untuk warga disabilitas yang masuk kategori Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB), di empat kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Mrebet, Bobotsari, Bojongsari dan Kutasari.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga disabillitas dan keluarganya. Bantuan dialokasikan dari APBD Kabupaten Purbalingga,” kata Bupati Tiwi di sela-sela penyerahan bantuan, Selasa (12/10/2021).

Diungkapkan masing-masing ODKB mendapatkan bantuan sebesar Rp 300 ribu/bulan. Kali ini bantuan diberikan mulai bulan Januari-Juni. Sehingga masing-masing ODKB mendapatkan bantuan Rp 1,8 juta. “Bantuan ini semoga bisa bermanfaat bagi bapak dan ibu sekalian,’ ungkap bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KBP3A) Purbalingga Raditya Widayaka menyampaikan jumlah ODKB yang menerima bantuan tersebut di seluruh kecamatan berjumlah 300 orang. “Penyerahan bantuan sudah dilaksanakan di enam kecamatan. Sebelumnya dilakukan di Padamara dan Padamara. Untuk kecamatan yang lain akan dibagikan menyusul,” terangnya. (Kabare Braling)

Masukan dari Ulama Diperlukan Dalam Penyusunan Raperda Pesantren

Written By Kabare Bralink on Tuesday, October 12, 2021 | 7:54 AM

Perda pesantren
Gambar Ilustrasi

Purbalingga - Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) beserta jajaran Pemkab Purbalingga menggelar pertemuan dengan pimpinan pondok pesantren (ponpes). Langkah itu dilakukan menindaklanjuti rencana penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pesantren.

“Pertemuan ini kami lakukan untuk meminta masukan dari kalangan ulama serta pimpinan Ponpes menyusul adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Karena kami akan segera menyusun Raperda tentang Pesantren di Kabupaten Purbalingga,” kata Bupati Tiwi didampingi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra R Imam Wahyudi, dalam pertemuan dengan ulama dan pimpinan Ponpes, di Graha Adiguna Pemkab Purbalingga, Senin (11/10/2021).

Bupati Tiwi sebelumnya menyampaikan Pemkab Purbalingga akan bergerak cepat menyusun payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren. Kebijakan itu diambil untuk menindaklanjuti turunnya Peraturan Presiden(Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Tiwi menyampaikan selama ini Pemkab Purbalingga konsisten memberikan perhatian terhadap keberadaan pondok pesantren (pesantren) di wilayahnya. Kebijakan yang diambil di antaranya mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan ponpes.

Selain itu pihaknya juga memberikan dukungan penuh untuk program pemberdayaan ekonomi santri. Karena belum memiliki Perda yang mengatur, Tiwi menyampaikan selama ini kebijakan untuk mendukung keberadaan ponpes tersebut diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup).

“Makanya dengan adanya Perpes 82 Tahun 2021 kami akan bergerak cepat menindaklanjutinya guna menyusun Perda. Tujuannya agar ada kesinambungan payung hukum antara Perpres dan Perda,” katanya lagi.

Dalam pertemuan tersebut muncul sejumlah usulan. Diantaranya terkait pengembangan perekonomian melalui sektor UMKM di Ponpes serta adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di lingkungan Ponpes. Mengemuka juga adanya alokasi dana abadi untuk Ponpes. “Masukan tersebut akan kami kaji dan konsultasikan termasuk dengan Pemprov dan juga pemerintah pusat,” ungkapnya.

Terkait penyusunan draft Raperda Pesantren akan dibentuk tim kecil. Anggotanya terdiri dari jajaran Kementerian Agama (Kemenag), Bagian Kesra, Bagian Hukum Setda dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren. “ Draft akan kita susun dan kita mintakan naskah akademik,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Tiwi secara simbolis menyerahkan honor untuk pimpinan Ponpes dan guru ngaji yang ada di Ponpes. Sementara itu Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PC NU Kabupaten Purbalingga, Kyai Ma’ruf Salim (Gus Salim), mewakili ulama dan kalangan pesantren menyampaikan pihaknya siap memberikan masukan terkait substansi dalam draft raperda tersebut. “ Kami menyambut baik kebijakan Pemkab Purbalingga untuk menyusun Raperda Pesantren,” imbuhnya.

Atlet Panjat Tebing Asal Purbalingga Sumbangkan Medali Emas untuk Jateng di PON XX Papua

Written By Kabare Bralink on Friday, October 8, 2021 | 3:46 PM

Atlet Panjat Tebing

Purbalingga - Atlet panjat tebing asal Kabupaten Purbalingga Adhitya Tri Syahria yang memperkuat kontingen Jateng mampu menyumbangkan medali emas bagi Jateng di PON XX Papua. Turun di nomor beregu Speed WR Relay Putra, di Arena Panjat Tebing SP 2 Mimika, Kamis (7/10/2021), Adhitya bersama dua atlet panjat tebing Jateng lainnya masing-masing Kiromal K dan Alfian M mampu menjadi yang terbaik dan menapaki podium tertinggi.

“Betul atlet panjat tebing Purbalingga mampu meraih emas untuk Jateng di nomor beregu Speed WR Relay Putra. Adhit merupakan pemanjat kedua. Alhamdullilah atlet dari Purbalingga bisa memberikan prestasi terbaik bagi Jateng di PON,” kata Ketua KONI Purbalingga Eko Susilo, Kamis (7/10/2021).

Di nomor ini atlet panjat tebing Jateng mampu mengungguli atlet dari Jatim dan DKI Jakarta yang harus puas dengan medali perak dan perunggu. Eko mengatakan prestasi yang diraih Adhitya merupakan kebanggan bagi Purbalingga. “Prestasi yang patut diapresiasi. Selamat untuk Adhitya dan tim panjat tebing Jateng,” ujar Eko.

Dia menjelaskan dua atlet asal Kabupaten Purbalingga memperkuat kontingen Jateng di PON XX. Masing-masing Arifianto Firmansyah (lompat jauh) dan Adhitya Tri Syahria (panjat tebing). Keduanya juga sempat dilepas Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) sebelum bertolak ke Papua. “ Adhitya mampu meraih emas, sedangkan Arifianto masuk urutan empat besar di nomor lompat jauh putra PON Papua,” imbuh Eko. (Kabare Braling).

Beberapa Desa yang Mengelola Bank Sampah Dapat Bantuan Kendaraan Roda Tiga

Written By Kabare Bralink on Thursday, October 7, 2021 | 1:03 PM

Bupati Berikan bantuan kepada Desa yang memiliki bank sampah

PURBALINGGA - Beberapa desa yang memiliki bank sampah, dapat bantuan beruapa sepeda motor pengangkut sampah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Bantuan tersebut diberikan pada hari Selasa (5/10). Selain itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ, MM; mendorong terus agar nantinya mereka bisa mengembangkannya hingga dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes),

“Mudah-mudahan bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah ini bisa menjadi penyemangat kepada para pengelola bank sampah untuk nantinya pengelolaannya semakin berkembang menghasilkan produk-produk hasil olahan sampah dan bisa menyumbangkan PADes,” ungkap Bupati saat penyerahan sepeda motor di Desa Kedungbenda, Kemangkon.

Sejumlah desa yang menerima bantuan sepeda motor pengangkut sampah ini, diantaranya Desa Karangbawang Kecamatan Rembang, Desa Langkap Kecamatan Kertanegara, Desa Kabunderan Kecamatan Karanganyar, Desa Kalapacung Kecamatan Bobotsari, dan Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon. Sebelumnya, pada Jumat (3/9) lalu juga telah diserahkan bantuan tersebut ke bank sampah di Desa Sidakangen Kecamatan Kalimanah dan Desa Prigi Kecamatan Padamara.

“Jadi yang menerima bantuan ini tidak semua desa, akan tetapi desa-desa yang berdasarkan survey DLH dinyatakan layak menerimanya karena telah melakukan pengelolaan sampah dengan baik,” katanya.

Pada kesempatan ini, Bupati juga menyerap aspirasi dari desa, salah satunya terkait hal-hal untuk menunjang pengelolaan sampah di tingkat desa. Sementara itu Kepala DLH Kabupaten Purbalingga, Priyo Satmoko SH menjelaskan bantuan ini merupakan wujud peran serta pemerintah khususnya DLH dalam melaksanakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Hal ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan sampah, utamanya permasalahan sampah di wilayah pedesaan.

“Kami berharap kelompok pengelola bank sampah yang ada di desa-desa ini dapat memanfaatkan kendaraan pengangkut sampah ini dengan baik. Terutama dalam menunjang perannya dalam menggerakan 3R : reduce, reuse dan recycle sampah bersama masyarakat,” katanya.

Mustofa, salah satu perwakilan bank sampah Lawasari Desa Langkap mengucapkan terimakasih atas bantuan sepeda motor pengangkut sampah ini. “Motor ini akan sangat menunjang operasional kami, yang dulu kami mengangkut sampah menggunakan motor pribadi,” katanya.

Bank sampah Lawasari, saat ini tengah fokus dalam pengolahan sampah limbah industri sapu tepes (sabut kelapa) menjadi media tanam Cocopeat dan pengolahan sampah menjadi pupuk organik. Kedua produk tersebut sangat bermanfaat untuk membantu penyemaian bibit sayuran ataupun penanaman tanaman hias.

“Kami sudah sempat ada permintaan 8 ton dari para petani di Gunungmalang Desa Serang (Karangreja), tapi kami belum menyanggupi karena kami belum memiliki mesin pencacah untuk memproduksi lebih cepat,” katanya.

Ia berharap selanjutnya Pemkab Purbalingga bisa membantu mesin pencacah sampah untuk membantu produksi. Ia optimis, jika bank sampah lebih produktif akan bisa lebih mandiri tanpa lagi mengharap bantuan dari APBDesa. “Kalau bisa mandiri inshaallah malah bisa menyumbang PADes,” katanya. (Kabare Braling).

Mantan Pelatih PSSI U - 19 Jadi Mentor di Puslat Askab PSSI Purbalingga

Written By Kabare Bralink on Monday, October 4, 2021 | 1:03 PM

Mantan pelatih timnas U-19

PURBALINGGA - Dalam waktu dekat, Guntur Cahyo Utomo akan menjadi mentor pemusatan latiha (Puslat) Askab PSSI Purbalungga. Mantan pelatih Timnas PSSI U-19 tersebut juga saat ini menjadi Kepala Development Center PSS Sleman juga akan menjadi pembicara dalam workshop kepelatihan di Purbalingga.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan beliau. Mas Guntur menyatakan siap untuk menjadi mentor di Puslat dan juga workshop bagi pelatih yang akan kami laksanakan bulan Oktober ini,” kata Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga HR Bambang Irawan didampingi Ketua Harian Mugi Ari Purwono dan pelatih Puslat Faizal Fatron Naser, Senin (4/10/2021).

Latar belakang mendatangkan Guntur ke Purbalingga menurutnya dikarenakan yang bersangkutan memiliki pengalaman dalam pembinaan sepakbola usia dini dan muda. Guntur saat ini merupakan pelatih dengan lisensi A dari AFC. “ Kehadiran Guntur diharapkan bisa memberikan ilmu baru kepada pemain hasil seleksi yang akan mengikuti Puslat,” ungkapnya.

Mengenai workshop, rencananya akan diberikan kepada pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) dan Puslat. Tujuannya agar ada kesamaan persepsi dalam melaksanakan pembinaan sepakbola usia dini dan muda di Purbalingga. ‘ Mas Guntur sangat antusias dan siap membantu pembinaan sepakbola di Purbalingga,” lanjutnya.

Saat ditemui tim pelatih Puslat Askab PSSI Purbalingga, Guntur juga memberikan apresiasi kepada PSSI Purbalingga yang melakukan inovasi melaksanakan Puslat. Karena menurutnya sangat jarang Askab PSSI yang melakukannya. “Karena Puslat ataupun Pusdiklat itu lebih banyak dilakukan oleh sektor swasta,” ungkapnya.

Seperti diketahui Askab PSSI Purbalingga fokus pada pembinaan internal terutama usia dini dan muda. Oleh karena itu dilaksanakan seleksi pemain untuk mengikuti Puslat. Dari hasil seleksi didapatkan 110 pemain yang akan mengikuti tahapan Puslat Masing-masing terdiri untuk Puslat A (kelahiran 2000-2003) 30 pemain, Puslat B (2004-2006) 30 pemain, Puslat C (2007-2008) 25 pemain dan Puslat Wanita (1999-2006) 25 pemain.’ Pemain-pemain ini diharapkan akan menjadi kerangka tim di kompetisi berjenjang yang akan kami ikuti tahun depan,” imbuhnya. (Kabare Braling)

Penyandang Disabilitas Ini Bahagia Dikunjungi Bupati

Warga disabilitas mendapat kunjungan Bupati

PURBALINGGA – Kampleng (42) warga RT 02 RW 05 Dusun Sipentul, Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga, terlihat sumringah. Wajahnya ceria saat menerima kunjungan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi beserta rombongan. Rasa Sumringah itu karena Kampleng bisa mulai menempati rumah barunya, Minggu (3/10/2021).

Sebelum menempati rumah barunya yang dibangun oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan didukung Bazda, serta sumbangan perangkat desa setempat, Kampleng menempati gubuk yang sangat tidak layak huni dan terancam bahaya tanah longsor. Maklum Dusun Pentul, warga biasa menyebutnya begitu, terletak pelosok dan di daerah rawan bencana tanah longsor.

Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, Kampleng yang menyandang disabilitas, sering dibantu oleh tetangganya. Kampleng yang tidak memiliki istri, kesehariannya juga merawat kakak kandung perempuannya, Kiptiah yang sakit stroke. “Kampleng tak mau hanya mengandalkan bantuan tetangganya, dia mulai membuat kerajinan dari kayu seperti keris, miniatur alat pertanian dan mainan kayu lainnya,” kata Kepala Desa Gunung Wuled, Latif.

Latif mengungkapkan, meski secara fisik tubuhnya tidak sempurna, namun Kampleng memiliki semangat untuk hidup dan berusaha. Hanya saja, ketika dirinya melihat rumah Kampleng, merasa tidak tega. Latif akhirnya menghubungi berbagai pihak termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) Purbalingga.

“Akhirnya PMI menggandeng Bazda, dan didukung perangkat desa hingga terkumpul uang Rp 58 juta untuk membangun rumah Kampleng yang lebih layak. Untuk seisi perabotan rumah, dibantu dari Bank Artha Perwira dan BPRS Buana Mitra Perwira Purbalingga,” kata Latif.

Bupati Purbalingga yang juga Ketua PMI, Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang peduli kepada Kampleng ditengah keterbatasan fisiknya. “PMI bersama Bazda dan didukung Pemdes Gunungwuled, telah membangun rumah yang layak huni berukuran 5 x 10 meter di tanah milik perangkat desa setempat. Mudah-mudahan, rumah ini bisa mendukung kerja Kampleng membuat kerajinan dari kayu,” kata Bupati Tiwi.

Bupati Tiwi juga mengaku kagum dengan semangat Kampleng untuk menjalani kehidupan. Kondisi fisik tak menghalanginya untuk terus menjalankan usaha yang diberi nama Bekatul (Berkah Karya Pentul). “Kampleng tadi menyampaikan perlu bantuan peralatan pertukangan kayu, dan kami akan mewujudkan permintaan Kampleng agar bisa mendukung kerjanya lebih baik lagi,” kata Bupati Tiwi. (Kabare Braling)

Stop Peredaran Rokok Ilegal, Karena Pengaruhi Pemasukan Negara!

Written By Kabare Bralink on Friday, October 1, 2021 | 1:03 PM

Peredaran Rokok Ilegal

PURBALINGGA - Peredaran rokok illegal mempengaruhi pemasukan negara dari cukai yang bocor. Hal tersebut disampaikan Erwan Saipun Kholik, Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan kantor Bea Cukai Purwokerto saat memberikan materi sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Gedung Andrawina komplek Hotel Owabong, Kamis (30/9/2021).

Erwan mengatakan, pemasukan cukai negara berada di angka Rp 173, 4 T termasuk dari cukai rokok yang beredar secara resmi atau legal. Menurutnya, penerimaan tersebut akan dikembalikan kepada daerah sebesar 2% untuk berbagai hal yang maslahat sehingga ketika ada peredaran rokok illegal yang tidak membayar cukai maka penerimaan akan berkurang.

“Kalau peredaran rokok illegal tidak dicegah maka itu akan berdampak pada penerimaan negara yang akan dikembalikan lagi kepada masyarakat,” katanya.

Dirinya menegaskan, cukai rokok yang meningkat yang diikuti dengan naiknya harga rokok dimaksudkan untuk mengendalikan konsumsi masyarakat akan rokok. Cukai rokok yang diberikan para perokok untuk tiap batang Rp 800 untuk rokok kategori biasa dan Rp 900 untuk kategori rokok putih.

“Saat ini perokok di Indonesia mencapai 33,8% dari jumlah penduduk. Naiknya cukai yang diikuti dengan harga rokok adalah ikhtiar untuk mengendalikan konsumsi dan kami targetkan menjadi 33,2%,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bisa mendanai berbagai macam sector seperti kesejahteraan masyarakat, penegakan hokum dan kesehatan. “Bisa juga untuk kesehatan. Sehingga optimalisasi agar tidak bocor karena rokok illegal harus terus dilakukan,” imbuhnya.

Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indoensia)Purbalingga, Joko Santoso dalam penyampaian materinya menegaskan siap mendukung kampanye pemberantasan rokok illegal sehingga pendapatan negara bisa dioptimalkan untuk kemudian dikembalikan kepada masyarakat. Sosialisasi melalui media bisa dilakukan dengan berbagai hal dan juga bisa dimaksudkan untuk mengembalikan kejayaan tembakau di Purbalingga pada masa lampau.

“Bisa kita libatkan generasi muda. Melalui lomba video, penulisan dan lain sebagainya. Selain sebagai ajang adu kreativitas juga agar generasi muda tahu potensi-potensi tembakau yang ad di Purbalingga sehingga itu mengembalikan kejayaan tembakau pada masa lampau,” kata Joko.

Pemulihan Ekonomi

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno yang hadir mewakili Bupati pada acara tersebut menuturkan, fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga saat ini adalah memulihkan ekonomi pasca Covid-19. Pemkab Purbalingga akan memberikan program hibah untuk sektor UMKM, Wisata dan Pertanian sebagai stimulus kebangkitan ekonomi di Purbalingga.

“Sektor pertanian dinamikanya terasa sekali. Kemarin harga cabai rawit bergejolak dan atas (surat) edaran dari Sekda Provinsi ada Gerakan PNS untuk membeli cabai sehingga harga berangsur normal kembali,” ujar Agus.

Karena hal tersebut, masayarakat diminta bersabar atas infrastruktur khususnya jalan rusak yang belum mendapatkan mendapatkan prioritas perbaikan. Itu disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Purbalingga.

Ada sekitar 800 km jalan Kabupaten yang menjadi tanggung jawab Pemkab Purbalingga dan ada sekitar 16% dari itu atau 160 km mengalami kerusakan. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan tersebut adalah Rp 160 M sedangkan Pemkab Purbalingga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 70 M.

“Karena setiap 1 km perbaikan memerlukan biaya Rp 1 M sehingga tidak akan cukup termasuk saluran irigasi juga sekitar 20% harus mendapat perhatian. Kami meminta masyarakat untuk bersabar karena kita fokus untuk ekonomi dulu,” katanya. (Kominfo)

Baznas Berikan Bantuan Peralatan Sekolah Kepada Anak Yatim

Written By Kabare Bralink on Thursday, September 30, 2021 | 6:06 PM

Bantuan dari Baznas

PURBALINGGA - Seminggu yang lalu, tepatnya Kamis (23/9), 112 anak yatim, piatu dan yatim piatu di Kabupaten Purbalingga menerima bantuan peralatan sekolah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Kamis (23/9).

Wakil Ketua III Baznas Jateng H. Muh Zain Yusuf menuturkan pemberian bantuan untuk anak yatim, piatu dan yatim piatu merupakan kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng. Ada sedikitnya 3.474 anak yang tercover Baznas per 23 Agustus 2021.

"Saat ini bantuan baru berupa alat sekolah tapi kedepan mereka akan disekolahkan di sekolah umum atau sekolah agama sampai lulus. Program ini bekerjasama dengan pondok pesantren dan yayasan yatim piatu yang memiliki lembaga pendidikan," katanya.

Khusus untuk kabupaten Purbalingga H. Zain Yusuf juga mendorong pemkab terus memberdayakan Baznas. "Contohnya bila Bupati kunjungan ke Ponpes, selain diikuti Bagian Kesra, jangan lupa membawa juga baznas," katanya.

Sementara Bupati Purbalingga yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra R Imam Wahyudi menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan dari Baznas dan DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah. "Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 termasuk dari baznas Jateng dalam memastikan mereka tetap terlindungi," katanya.

Bantuan yang diberikan, harapanya dapat bermanfaat dan memberikan semangat untuk mereka melanjutkan kehidupan dengan optimis.

Terkait pemberdayaan baznas, Imam Wahyudi menyampaikan pemkab Purbalingga mendorong adanya pembentukan unit pengelola zakat (UPZ) di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), kelurahan dan desa. "Potensi zakat ASN Purbalingga sekitar Rp 8 miliar. Saat ini baru terealisasi Rp 3 miliar. Jadi memang masih perlu didorong hingga sedikitnya dapat dihimpun Rp 5 miliar," jelasnya.

Dilaporkan oleh Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosdaldukKBP3A) Raditya Widayaka, di kabupaten Purbalingga terdapat 438 anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia karena covid-19. Dari jumlah itu, 112 anak di 17 kecamatan mendapat bantuan dari baznas Jateng, kemudian 85 anak dalam proses falidasi dan asesmen di Kementerian sosial. Sisanya akan diajukan pada 2022 mendatang. (Kabare Braling).

Antisipasi Kluster PTM, Ganjar Minta Sekolah Miliki Satgas Covid-19

Written By Kabare Bralink on Thursday, September 23, 2021 | 9:43 PM


PURBALINGGA - Purbalingga-Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengusulkan agar setiap sekolah memiliki  Satgas Penanganan Covid-19 Langkah itu perlu diambil untuk mengantisipasi adanya kluster sekolah terutama menjelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Saya usulkan agar setiap sekolah punya Satgas Covid-19. Karena ini perlu untuk melaksanakan penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. Saat siswa dan guru datang semua dipantau hingga semua pulang ke rumah,” kata Ganjar didampingi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menjenguk siswa SMPN 4 Mrebet, Kecamatan Mrebet, yang sedang menjalani isolasi terpusat (isoter) karena terpapar Covid-19, Rabu (22/9/2021) malam.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar memberikan apresiasi kepada Bupati Tiwi yang mengambil langkah cepat dan sigap dalam penanganan penularan Covid-19 di dua sekolah.  Kebijakan untuk melakukan isolasi terpusat dan juga menutup kegiatan ujicoba PTM merupakan langkah yang tepat. “ Penanganan sudah bagus, mereka yang terpapar tidak diisolasi mandiri tapi  diisolasi terpusat di sekolah.  Penanganan cepat, bagus dan ini menjadi pelajaran. Keputusan bupati menghentikan PTM juga tepat,” ungkapnya.

Ganjar juga menyampaikan terkait pelaksanaan PTM menurutnya sebaiknya Satgas Covid-19 melakukan pemantauan. Langkah ini dilakukan juga untuk mengantisipasi penularan dalam kegiatan pendidikan. Ganjar juga mengimbau agar jika hendak melaksanakan PTM atau kegiatan di sekolah, pihak sekolah perlu melakukan koordinasi dan izin kepada Satgas Covid-19. “Menurut saya semua harus dipersiapkan. Mulai dari izin dan pemberitahuan jika ada kegiatan di sekolah,” lanjutnya.

Ganjar menambahkan guna mengantisipasi penularan Covid-19 di kegiatan pendidikan, antisipasi yang dilakukan tidak lain adalah dengan melakukan tes secara masif dan juga vaksinasi digencarkan. Dalam kesempatan tersebut Ganjar juga berdialog dengan siswa SMPN 4 Mrebet yang sedang menjalani isolasi. “ Tidak usah stress anggap saja ini kemping di sekolah. Karena anak-anak kondisinya juga baik dan didampingi petugas kesehatan,” ungkapnya.

Bupati Tiwi dalam kesempatan yang sama mengatakan 64 siswa SMPN 4 Mrebet diketahui terpapar Covid-19  berdasarkan hasil rapid tes antigen. Selanjutnya dilakukan PCR. Hasilnya, 20 siswa dinyatakan positif dan 44 anak tidak terkonfirmasi Covid-19.

“Jadi kalau yang awal baru rapid antigen, kita lakukan PCR ulang yang akurasinya memang lebih tinggi. Hasilnya, dari 64 anak yang berdasarkan hasil rapid antigennya positif ternyata hanya 20 anak yang PCRnya positif,” jelasnya.

Sebelumnya Sebanyak 150 pelajar di Kabupaten Purbalingga terpapar Covid-19. Masing-masing 90 siswa SMPN 4 dan 60 siswa SMPN 3 Kecamatan Mrebet. Hal itu diketahui setelah para siswa menjalani rapid tes antigen pada Senin (20/9/2021) dan Selasa (21/9/2021). Selanjutnya kegiatan ujicoba PTM dihentikan sementara.

jasa desain web
 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis