Headlines News :

Paling Anyar

Kabar Paling Anyar

Covid-19 Mereda, Pariwisata Purbalingga Optimis Bangkit

Written By Kabare Bralink on Tuesday, January 18, 2022 | 8:47 PM

Geliat wisata Purbalingga

PURBALINGGA - Stakeholder Pariwisata Purbalingga optimis bangkit di tahun ini seiring meredanya pandemi Covid 19. Sektor Pariwisata yang pernah berkibar dengan menduduki kunjungan wisata 3,79 juta orang atau peringkat ke-4 di Jawa Tengah bisa kembali direngkuh.

“Kita optimis dengan kerjasama dan sinergi semua stakeholder pariwisata Purbalingga akan bangkit di tahun ini,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Prayitno dalam Rapat Kordinasi Sektor Pariwisata di Aula Dinporapar, Selasa (18/01).

Hal itu, imbuh Prayitno, sejalan dengan optimisme yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata bahwa Tahun 2022 adalah kebangkitan pariwisata.

Pada kesempatan tersebut hadir pewakilan dari Tourism Information Center (TIC), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Purbalingga (PHRI), Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI), Asosiasi Biro Wisata Purbalingga (Asbiling), pengelola Daya Tarik Wisata (DTW), pengurus Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan pengelola Desa Wisata.

Kepala Bidang Pariwisata Gunanto Eko Saputro menambahkan kunjungan wisatawan selama 2 tahun terakhir memang turun akibat pandemi covid 19. Pada 2021 angka kunjungan Pariwisata hanya 1.070.529 orang. “Namun pada kuartal III tahun 2021 sudah mulai membaik yang menjadi sinyal kebangkitan wisata di 2022,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah kabupaten menghadapkan sinergi dan kerjasama semua pihak untuk menyongsong kebangkitan wisata Purbalingga.

Salah satu yang akan didorong adalah wisata berbasis pengalaman (experential tourism) dengan storynomic yang kuat. Purbalingga, imbuh Gunanto, punya daya tarik wisata dengan narasi sejarah, religi dan pendidikan yang kuat. “Hal ini bisa menjadi wisata unggulan di Purbalingga,” katanya.

Salah satu contohnya adalah Perdikan Cahyana, pusat penyebaran Agama Islam sejak era Wali Sanga yang peninggalannya ada di Desa Grantung, Pekiringan, Rajawana, Tajug, Makam sampai Panusupan. “Secara tradisional tempat seperti Makam Syech Wali Perkasa dan Ardilawet sudah menjadi wisata religi. Ini yang perlu digarap, baik dari sisi SDM maupun kelembagaanya,” ujarnya.

Kemudian, pada era 4.0 seperti saat ini, teknologi dan informasi juga harus dikedepankan untuk mendorong promosi pariwisata. “Kita sudah punya website dan kanal-kanal media sosial untuk bersinergi mempromosikan wisata Purbalingga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tourism Information Center (TIC) Purbalingga Bambang Edhy menambahkan pihaknya menyambut baik kerjasama yang akan digalakan oleh pemkab. Selama ini, kata dia, persoalan wisata banyak berkutat dari kurangnya sinergi dan ego sektoral stakeholder pariwisata.

“Kita harus berkolaborasi, ada Asbiling yang menyiapkan paket wisata, HPI yang menjadi guide, TIC yang mempromosikan, pengelola obyek wisata dan pemerintah daerah yang membina dan mendorong dengan kebijakannya,” pungkasnya. (Kabare Braling).

Bu Tiwi Hadiri Bazar Art dalam Rangka Hari Perdamaian Dunia

Written By Kabare Bralink on Saturday, January 15, 2022 | 8:41 AM

Bazar Art Purbalingga

Purbalingga - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menghadiri gelaran Bazar Art yang digelar dalam rangka Hari Perdamaian Dunia di Klenteng Ho Tek Bio, Jumat (14/01). Bupati mengapresiasi kegiatan tersebut dan mendorong agar dilaksanakan lebih besar lagi ke depannya.

"Ini kegiatan yang sangat positif, saya minta dinas terkait untuk mendukung agar ke depan bisa dilaksanakan lebih besar lagi," ujarnya pada saat sambutan.

Pada kesempatan itu, Bupati didampingi Ketua DPRD Bambang Irawan dan jajaran pejabat Pemkab Purbalingga.

Bupati Tiwi ikut menggoreskan sapuan kuas di atas kanvas sebagai penanda dimulainya acara itu. Setelah itu, berkeliling menyaksikan atraksi seni dan karya-karya yang dipamerkan di tempat tersebut.

Bazar Art Purbalingga yang digelar sampai Minggu (16/01) dimeriahkan oleh atraksi pegiat seni Kie Art Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang. Mereka juga menggelar karya-karya lukisannya.

Selain itu, ada karya dan live painting dari pelukis kawakan Chune Ebeg Mayong juga dimeriahkan pagelaran seni yang lain. “Event ini dimeriahkan oleh para siswa dari Kie Art Carton School yang mengangkat budaya lokal Purbalingga," pimpinan Kie Art Cartoon School Slamet Santosa.

Penyelenggara sengaja memilih lokasi di Klenteng Ho Tek Bio yang menggambarkan keberagaman. "Sungguh indah meyaksikan anak-anak muda berhijab memainkan Gamelan Jawa di tengah klenteng dengan penonton dari berbagai kalangan," imbuh Gita Thomdean yang juga founder Kie Art Carton School.

Sementara itu, Ketua Klenteng Ho Tek Bio, dr Mulyadi mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh kegiatan kesenian digelar di klenteng. Menurutnya ini menjadi contoh toleransi dan keterbukaan antar umat beragama.

“Klenteng memang menjadi tempat ibadah umat Tri Dharma. Namun, selama ini kami juga banyak melakukan kegiatan di sini bersama organisasi dan lintas komunitas,” ujarnya. (Kabare Braling).

Merujuk SK Bupati Purbalingga, Buper Munjulluhur Resmi Dikelola Kwarcab Gerakan Pramuka Purbalingga

Written By Kabare Bralink on Thursday, January 6, 2022 | 10:15 AM

Buper Munjulluhur

Purbalingga - Bumi Perkemahan (Buper) Munjulluhur yang berada di desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari resmi diserahkan pengelolaannya kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Purbalingga. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Purbalingga Nomor: 556 Tahun 2021 tentang penggunaan barang milik daerah Kabupaten Purbalingga berupa bangunan Buper Munjulluhur.

Hal ini diungkapkan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kabupaten Purbalingga di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Rabu (05/01/2022).

“Dengan SK Bupati ini, secara resmi bahwa Buper Munjulluhur nantinya dioperasikan oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Purbalingga sebagai Pusat Kegiatan Kepramukaan, atau menjadi Puskepram. Semoga bisa mengelola buper dengan baik, dan saya akan mencabut Buper Munjulluhur dari status seabgai obyek pendapatan asli daerah,” kata Tiwi yang juga Kamabicab Gerakan Pramuka Purbalingga.

Dikatakan, pada tahun 2019 Kwarcab Gerakan Pramuka Purbalingga harus melakukan Muscab karena ada posisi kepemimpinan yang meninggal dunia sehingga harus ada perubahan kepemimpinan.

“Tiga tahun lalu saya pernah menjanjikan asset Buper Munjulluhur yang saat itu saya janjikan untuk bisa diserahkan kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Purbalingga. Dan hari ini bisa terealisasi,” ungkapnya.

Selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Tiwi berharap Muscab Gerakan Pramuka bisa berjalan dengan lancar dan sukses serta mampu melahirkan gagasan-gagasan, pemikiran-pemikiran yang inovatif dalam rangka penyusunan rencana kerja lima tahun ke depoan. Muscab diharapkan pula melahirkan kepemimpinan dan kepengurusan Gerakan Pramuka yang mampu membawa kwarcab lebih maju, lebih solid dan lebih memberikan kontribusi kepada seluruh masyararakat yang ada di Purbalingga.

Tiwi berpesan, program kerja Prramuka lima tahun ke depan harus disesuaikan dengan kondisi keadaan termasuk program pemerintah dalam penanganan pandemic covid, dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap Gerakan Pramuka bisa ikut memberikan dukunggan dan sengkuyung dalam pemulihan ekonomi, dan Gerakan Pramuka ini sudah memiliki badan usaha, saya ingin agar scout entrepreneur bisa terus digaungkan ke depan, dan Gerakan Pramuka bisa menjadi contoh dan motivasi semangat bagi masyarakat untuk bangkit dan semangat berdaya saing untuk bagaimana di tengah pandemi yang belum usai mereka bisa terus berkarya, berbuat dan mereka bisa mandiri, “ harapnya. (Kabare Braling).

Upaya Stabilkan Harga, Bupati Lepas Operasi Pasar Minyak Goreng

Operasi pasar minyak goreng tahun 2022

Purbalingga - Bupati Purbalingga mengibaskan bendera pelepasan operasi pasar minyak goreng tahun 2022 dari halaman Pendopo Dipokusumo, Rabu (5/1/2022). Empat kecamatan yang menjadi sasaran operasi pasar minyak goreng meliputi Kecamatan Bukateja, Kejobong, Karanganyar dan Kutasari.

Pemilihan kecamatan yang menjadi sasaran operasi pasar minyak goreng didasarkan pada tingkat kemiskinan yang tinggi di desa yang ada di kecamatan tersebut.

“Sasaran daripada operasi pasar ini adalah menyasar kepada desa-desa yang tingkat kemiskinannya tinggi, serta memberikan sentuhan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di desa-desa yang tingkat kemiskinannya tinggi khususnya yang ada di 4 kecamatan tersebut,” tutur Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Operasi pasar minyak goreng diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Purbalingga, serta dapat menstabilkan harga minyak goreng yang akhir-akhir ini melambung tinggi. Operasi pasar kali ini merupakan Kerjasama Dinperindag Kabupaten Purbalingga dengan Dinperindag Provinsi Jawa Tengah.

“Pemerintah Kabupaten Purbalingga kedepannya juga akan terus berkordinasi dengan kementrian di tingkat pusat untuk operasi pasar agar dapat terus dilakukan dengan peningkatan kecamatan yang terlibat dalam penerimaan bantuan,” tambahnya.

Diungkapkan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga memiliki tim Pengendali Inflasi Daerah (PID) yang terus berupaya agar harga minyak normal kembali.

Sementara Kepala Dinperindag Purbalingga Johan Arifin S, Sos. MSi mengatakan, kenaikan harga minyak goreng cukup signifikan mencapai 21%. Hal ini mewajibkan pemerintah hadir ke masyarakat karena kenaikan harga kebutuhan pokok berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Dinperindag Kabupaten Purbalingga bekerjasama dengan Perindag Provinsi Jawa Tengah melakukan operasi pasar minyak goreng.

“Sebanyak 3.422 liter minyak goreng senilai Rp 47.908.000,- akan dibagikan kepada 4 kecamatan yang ada di Purbalingga. Rincian bantuan operasi minyak goreng antara lain sebanyak 540L dialokasikan ke 5 desa di Kecamatan Kutasari, 868L dialokasikan ke 5 desa di Kecamatan Kejobong, 988L dialokasikan ke 5 desa di Kecamatan Karanganyar, yang terakhir sebanyak 1.026L minyak goreng dialokasikan ke 5 desa yang ada di Kecamatan Bukateja,”jelasnya. (Kabare Braling).

Bupati Tiwi Apresiasi Pameran Foto Sejarah Purbalingga

Written By Kabare Bralink on Tuesday, December 21, 2021 | 7:18 PM

Apresiasi dari Bupati Tiwi

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengapreasiasi kegiatan pameran foto Sejarah Purbalingga yang digelar oleh Historia Perwira. "Saya berterima kasih kepada komunitas Historia Perwira yang telah menyelenggarakan kegiatan ini untuk menggali kesejarahan Purbalingga," ujar Bupati Tiwi di Kedai Pojok, Senin malam (20/12).

Menurutnya, kegiatan seperti ini diperlukan untuk belajar dari peristiwa masa silam untuk diambil pelajaran dalam rangka perbaikan ke depan. "Kalau kata Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," imbuhnya.

Bupati Tiwi hadir bersama suami, Rizal Diansyah dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tri Gunawan Setiadi.

Salah satu ruangan di kedai yang terletak di Taman Kota Usman Janatin itu diubah menjadi galeri yang memajang foto-foto sejarah Purbalingga. Sebanyak 30 bingkai foto story ditampilkan dalam gelaran bertajuk ‘Kisah Sedjarah Purbalingga dalam Bingkai Foto’.

“Pameran ini kami selenggarakan secara swadaya sebagai salah satu sumbangsih kami untuk mengungkap kesejarahan Purbalingga sekaligus meramaikan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke 191,” ujar Founder Historia Perwira, Gunanto Eko Saputro.

Foto-foto yang disajikan berasal dari berbagai sumber seperti Nationaal Archief Belanda, Tropen Museum, Koninklijk Instituut voor Taal en Volkenkunde (KITLV) dan situs-situs Belanda yang menggambarkan berbagai peristiwa yang ada di Purbalingga.

“Foto-foto kami rangkai dan diberikan narasi sehingga para penunjung bisa membayangkan kondisi Purbalingga saat itu,” imbuh Gunanto.

Foto story yang ditampilkan diantaranya tentang patroli-patroli serdadu Belanda, sabotase pejuang di Bobotsari, berbagai macam gambaran kondisi sosial budaya di Purbalingga saat itu, bangunan-bangunan iconic dan bersejarah beserta ceritanya juga ada gambar-gambar aktivitas dan interaksi prajurit ‘Negeri Kincir Angin’ itu dengan masyarakat ‘Bumi Perwira’.

Eko Putu Soehudi, salah satu pengunjung pameran menyebutkan pameran foto ini membuka wawasan tentang sejarah kota kelahirannya. “Kegiatan ini sangat menarik. Foto-foto ini sebagian besar baru saya lihat, apalagi dijelaskan ceritanya oleh Mas Igun dari Historia Perwira sehingga lebih memahami,” ujar Ketua Gabungan Purna STM YPT Purbalingga (Gapura) itu.

Eko yang datang bersama keluarganya mengharapkan kegiatan seperti ini bisa lebih banyak lagi dilaksanakan. “Generasi muda dan anak-anak kita perlu dipahamkan mengenai sejarah, jangan sampai mereka tidak tahu mengenai sejarah tanah kelahirannya sendiri,” ujarnya.

Bukan Hanya dari Bandung, Purbalingga Juga Banyak Pedagang Siomay

Written By Kabare Bralink on Monday, December 20, 2021 | 9:03 AM

Siomay Purbalingga

PURBALINGGA - Siomay memang identik sebagai makanan khas Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, akan tetapi orang Purbalingga juga banyak yang bergerak di bidang ini. Terbukti dengan adanya paguyuban/komunitas pedagang siomay Purbalingga.

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-191 Kabupaten Purbalingga, Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga bekerjasama dengan Communitas Pedagang Siomay (Compas) Purbalingga gelar acara Nyiomay Bareng Masyarakat Purbalingga, Minggu (19/12) di lingkar barat GOR Goentoer Darjono. Ribuan siomay diberikan secara gratis kepada masyarakat yang datang.

Kepala Bidang UMKM Dinkop UKM Purbalingga, Adi Purwanto SS MSi menyampaikan tujuan acara ini yakni mempromosikan bahwa siomay di Purbalingga itu bukan cuma asli Bandung, tapi juga asli Purbalingga pegiat-pegiat siomay di Purbalingga cukup banyak.

"Di Purbalingga ada sekitar 60an pedagang siomay yang tergabung dalam komunitas. Pelaku UMKM di sektor siomay ini cukup banyak dan saat ini dalam posisi terkendala pandemi sehingga omsetnya sedang turun. Kita bantu untuk promosikan bahwa siomay di Purbalingga itu dibuat di Purbalingga dan dibuat oleh orang Purbalingga," kata Adi.

Ada sebanyak 20 gerobak siomay yang ikut dalam acara Nyiomay Bareng Masyarakat Purbalingga. Masing-masing memberikan 60-70 porsi siomay gratis, sehingga total sekitar 1200-1400 porsi.

"Dalam acara ini kita bantu Rp 500 ribuan per gerobak, tapi ke depan yang penting bukan hanya omset hari ini, tapi kita harapkan masyarakat mencintai siomay Purbalingga dengan cara membeli siomay yang rata-rata ideran semua," katanya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM mengungkapkan selain dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Purbalingga, acara ini juga untuk menggeliatkan dan membangkitkan potensi UMKM Purbalingga. Terlebih jika nanti status PPKM sudah level 1, Ia optimis perekonomian di Purbalingga bisa berjalan seperti sediakala dan pemulihan ekonomi bisa dilakukan.

"Insya Allah kita meyongsong tahun baru 2022, tahun yang baru dengan optimisme yang kuat, Purbalingga bisa masuk level 1 dan dengan sengkuyung semua pihak, Purbalingga bisa terus menggeliat, menggeliat dan menggeliat," katanya. (Kabare Braling)

Historia Perwira Sajikan Pameran Foto Sejarah Purbalingga

Written By Kabare Bralink on Saturday, December 18, 2021 | 11:06 AM

Historia Perwira

PURBALINGGA – Kedai Pojok yang berada di kompleks Taman Kota Usman Janatin selama empat hari, 15-18 Desember 2021 disulap menjadi galeri yang memajang foto-foto sejarah Purbalingga. Sebanyak 30 bingkai foto story ditampilkan dalam gelaran bertajuk ‘Kisah Sedjarah Purbalingga dalam Bingkai Foto’.

“Pameran ini kami selenggarakan secara swadaya sebegai salah satu sumbangsih kami untuk mengungkap kesejarahan Purbalingga sekaligus meramaikan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke 191,” ujar Founder Historia Perwira, Gunanto Eko Saputro ditemui di lokasi pameran, Jumat malam (17/12).

Foto-foto yang disajikan berasal dari berbagai sumber seperti Nationaal Archief Belanda, Tropen Museum, Koninklijk Instituut voor Taal en Volkenkunde (KITLV) dan situs-situs Belanda yang menggambarkan berbagai peristiwa yang ada di Purbalingga.

“Foto-foto kami rangkai dan diberikan narasi sehingga para penunjung bisa membayangkan kondisi Purbalingga saat itu,” imbuh Gunanto.

Foto story yang ditampilkan diantaranya tentang patroli-patroli serdadu Belanda, sabotase pejuang di Bobotsari, berbagai macam gambaran kondisi sosial budaya di Purbalingga saat itu, bangunan-bangunan iconic dan bersejarah beserta ceritanya juga ada gambar-gambar aktivitas dan interaksi prajurit ‘Negeri Kincir Angin’ itu dengan masyarakat ‘Bumi Perwira’.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purbalingga Mohammad Najib mengapresiasi kegiatan yang dilakukan komunitas Historia Perwira. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini dan ke depan kami juga siap bekerjasama untuk mengangkat sejarah, pustaka dan kearsipan di Purbalingga,” ujarnya di arena pameran.

Eko Putu Soehudi, salah satu pengunjung pameran menyebutkan pameran foto ini membuka wawasan tentang sejarah kota kelahirannya. “Kegiatan ini sangat menarik. Foto-foto ini sebagian besar baru saya lihat, apalagi dijelaskan ceritanya oleh Mas Igun dari Historia Perwira sehingga lebih memahami,” ujar Ketua Gabungan Purna STM YPT Purbalingga (Gapura) itu.

Eko yang datang bersama keluarganya mengharapkan kegiatan seperti ini bisa lebih banyak lagi dilaksanakan. “Generasi muda dan anak-anak kita perlu dipahamkan mengenai sejarah, jangan sampai mereka tidak tahu mengenai sejarah tanah kelahirannya sendiri,” ujarnya. (Kabare Braling)

Aliansi Kemanusiaan Purbalingga Galang Dana Peduli Erupsi Semeru, Terkumpul Rp 57.505.800,-

Written By Kabare Bralink on Monday, December 13, 2021 | 12:43 PM

Galang dana peduli erupsi Semeru

PURBALINGGA - Aliansi Kemanusiaan Purbalingga berhasil menghimpun dana kepedulian untuk korban erupsi Semeru sebesar Rp. 57,505,800,-.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap saudara kita korban letusan Gunung Semeru," ujar koordinator Aliansi Peduli Kemanusiaan Wijil Satrio Bagus pada saat penyerahan donasi di Kedai Pojok, Minggu (12/12).

Aliansi Kemanusiaan Purbalingga merupakan gabungan lintas komunitas, seperti, pecinta alam, pegiat sosial, hobi, mahasiswa dan lainnya. "Elemen yang bergerak sekitar 30 komunitas, kemudian kita kumpulkan donasi untuk diserahkan bersama-sama," ujar Bagus.

Aliansi Kemanusiaan Purbalingga Galang Dana Peduli Erupsi Semeru

Chandra Agung yang mewakili komunitas pecinta alam menyampaikan komunitasnya terdiri dari 19 elemen pecinta alam. "Kami terjun pengalangan donasi 5 hari dan Alhamdulilah hasilnya cukup besar dan semoga bermaaat," ujarnya.

Dana yang terkumpul, sebesar Rp. 37.877.300,- disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap. Kemudian, Rp. 19.629.500,- disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Imam Kurniawan koordinator administratif PMI Purbalingga menyambut baik gerakan Aliansi Kemanusiaan Purbalingga. "Dana ini merupakan amanah dari teman-teman yang akan kita salurkan sebaik-baiknya untuk saudara kita di Lumajang dan sekitarnya melalui jaringan kita di sana," ujarnya.

Sementara, Miko dari ACT mengaku salut atas kepedulian warga Purbalingga. "Kita akan salurkan untuk kebutuhan masyarakat terdampak Semeru," ujarnya.

PMI dan ACT merupakan lembaga kemanusiaan kredibel yang mempunyai jaringan dan relawan berpengalaman di kebencanaan.

Semoga donasi yang terkumpul dari warga Purbalingga bermanfaat untuk saudara kita yang terdampak erupsi Semeru. Kemudian, para relawan dan donatur semoga diberikan ganjaran pahala dan rejeki berlimpah. Aamiin.

Salam Kemanusiaan!
(Kabare Braling)

Jumlah Sebaran Covid-19 di Purbalingga Zero

jumlah sebaran covid-19

PURBALINGGA - Data Ahad (12/12/2021) kemarin, jumlah sebaran Covid-19 di Kabupaten tercatat zero (nol). Hal tersebut disampaikan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saar acara evaluasi perkembangan Covid-19 di Jawa Tengah yang diikuti secara virtual oleh semua Pemkab/Pemkot se-Jawa Tengah, Senin (13/12/2021).

Sumarno mengatakan, ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang tercatat nol kasus penambahan Covid-19 termasuk di Kabupaten Purbalingga. Menurut data paparan yang dia sampaikan, ada 27 Kabuapten/Kota yang mencatat nol kasus penambahan harian Covid-19 yaitu Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Tegal, Sukoharjo, Sragen, Rembang, Purbalingga.

“Catatan bagus dari beberapa daerah di Jawa Tengah karena mencatatkan zero (nol) kasus baru Covid-19,” katanya.

Dia menambahkan, beberapa daerah yang juga zero kasus adalah Pekalongan, Magelang, Kudus, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Klaten, Kendal, Kebumen, Jepara, Grobogan, Demak, Boyolali. Selain itu Blora, Batang, Banyumas dan Banjarnegara juga mencatat nol kasus baru.

“Daerah yang masih ada kasus baru adalah Purworejo (3), Wonogiri (1), Semarang (1), Pemalang (1), Pati (1), Karanganyar (1), Cilacap (1) , Brebes (1),” imbuhnya.

Sedangkan kasus aktif di Jawa Tengah masih berjumlah 213 dengan Surakarta menduduki urutan pertama dengan kasus aktif sebanyak 14 orang. Untuk Kabupaten Purbalingga, jumlah kasus aktif yaitu 8 orang dengan hanya satu orang yang menjalani perawatan terpusat.

Pemkab Purbalingga mengikuti rakor dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Imam Wahyudi menekankan bahwa vaksinasi harus terus digenjot walaupun perkembangan Covid-19 di Kabupaten Purbalingga semakin menurun. “Vaksinasi harus terus digenjot walaupun perkembangan Covid-19 di Purbalingga menunjukan trend yang positif,” pungkasnya. (Kabare Braling).

Lazismu Purbalingga Akan Galang Dana untuk Peduli Semeru

lazismu

PURBALINGGA - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Purbalingga akan menggalang dana sebagai wujud kepedulian daerah terdampak bencana seperti di Gunung Semeru dan Manado. Hal tersebut disampaikan direktur Lazismu Purbalingga, Andi Pranowo saat dihubungi via telepon, Senin (13/12/2021).

Andi mengatakan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga akan memberikan bantuan yang dihimpun dari AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) Purbalingga. Menurutnya, sebagai wujud kepedulian serta ikut merasakan penderitaan saudara yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru dan bencana di lain daerah, Muhammadiyah Purbalingga akan memberikan bantuan kebutuhan mendesak untuk meringankan beban warga.

“PDM Purbalingga melalui Lazismu Purbalingga akan melakukan pengumpulan dana dari AUM sebagai wujud kepedulian Muhammadiyah saudara kita yang terdampak bencana Semeru dan juga di Manado,” katanya.

Penggalangan yang akan dimulai tanggal 15 Desember tersebut merupakan instruksi dari Lazismu wilayah Jawa Tengah. Jika penggalangan telah selesai, maka Lazismu Purbalingga akan melakukan transfer ke Lazismu wilayah Jawa Tengah untuk kemudian disalurkan kepada daerah yang terdampak bencana.

“Setelah terkumpul kami akan melakukan transfer ke Lazismu wilayah Jawa Tengah untuk kemudian disalurkan ke daerah yang terdampak bencana,” pungkasnya. (Kabare Braling).
jasa desain web
 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis