Headlines News :
Home » , » Layar Tanjleb FFP 2014 Desa Bumisari, Bojongsari

Layar Tanjleb FFP 2014 Desa Bumisari, Bojongsari

Written By Kabare Bralink on Wednesday, May 21, 2014 | 5:38 PM

Purbalingga (KabareBralink) - Di beberapa titik pemutaran Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga (FFP) 2014, diiringi atau dibuka dengan penampilan kesenian tradisi daerah setempat. Ini menjadi bukti, warga menyambut gembira kehadiran festival film di tengah-tengah mereka. Disamping persiapan panitia lokal yang lebih matang.
 
Seperti gelaran layar tanjleb Senin malam, 19 Mei 2014 di Dusun Karangsari, Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga. Kesenian Tek-Tek dan Hadroh turut membuka dan menyemarakkan festival film yang digagas Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga.
 
Manager Program FFP Nanki Nirmanto mengatakan, salah satu tujuan dari FFP sebagai satu-satunya festival di Purbalingga yang berkelanjutan adalah bagaimana masyarakat merasa memiliki festival film. “Jadi FFP itu bukan hanya milik anak-anak film saja, karena itu ada program unggulan layar tanjleb keliling desa,” jelasnya.
 
Hujan deras sore hari sempat mengguyur wilayah Bumisari. Para laskar layar tanjleb sempat pesimis bila pun hujan reda, warga enggan keluar rumah meninggalkan televisi. Tidak disangka, warga ternyata haus tontonan di luar rumah, sekaligus untuk menebus rasa penasaran seperti apa layar tanjleb yang digelar diera digital ini.
 
Menurut koordinator panitia lokal, Satria Panji Pradana, di Desa Bumisari terdapat berbagai seni tradisi, namun jarang dipentaskan malam hari. “Malam ini kesempatan bisa berdampingan dengan pemutaran film,” ungkapnya.
 
Pada kesempatan malam itu, film-film pendek yang diputar diambil dari peserta kompetisi pelajar Banyumas Raya FFP 2014, antara lain, “Segelas Teh Pahit” karya pelajar SMA Rembang Purbalingga, “Cincin” karya pelajar SMP 5 Purwokerto, dan “Penderes dan Pengidep” karya pelajar SMA Kutasari Purbalingga.
 
Lalu, film dari luar Banyumas Raya yang diputar berjudul “Boncengan” dan “Gazebo” karya Senoaji Julius dari Sanggar Cantrik Yogyakarta dan film bioskop “Sang Penari” karya sutradara Ifa Isfansyah produksi Salto Films Jakarta.
 
Desa Bumisari merupakan titik layar tanjleb yang ke-13 dari 18 rencana titik desa se-Banyumas Raya
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis