Headlines News :
Home » , » Warga Desa Bojanegara Mempertanyakan Izin Karaoke Pasific

Warga Desa Bojanegara Mempertanyakan Izin Karaoke Pasific

Written By Kabare Bralink on Wednesday, December 30, 2015 | 8:27 AM

PURBALINGGA – Akhir-akhir ini, warga Desa Bojanegara, Kecamatan Purbalingga sedang mengalami ketidaknyamanan. Pasalnya, Karaoke Pasific yang telah beroperasi. Sampai saat ini warga masih bingung, mengapa karaoke tersebut mendapat izin operasi? Padahal warga sudah menolaknya dari sejak awal.

Salah satu pemuda Desa Bojanegara, Hervan Wahyu (24) yang kami temui, mengatakan bahwa warga telah mengadakan rapat penolakan yang telah ditanda tangani warga setempat. Selain itu, ada juga berita acara dari pemerintah desa yang menyatakan penolakan didirikannya tempat karaoke dan cafe di Desa Bojanegara RT 06 RW 01.

(Sejumlah warga saat bermusyawarah untuk menolak Karaoke Pasific)

Musyawarah tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Bojanegara, Perangkat Desa Bojanegara, Ketua RT di wilayah RW 01, Warga RT 06 RW 01 dan Pemuda-pemudi RW 01. Dalam musyawarah tersebut telah ditetapkan penolakan pembangunan tempat karaoke dan cafe dengan alasan yang relevan seperti : berdekatan dengan lingkungan sekolah, berpotensi mengganggu lingkungan warga, dampak negatif yang timbul jika ada tempat karaoke dan cafe, dan lainnya. Berita acara musyawarah aspirasi masyarakat pun ditanda tangani oleh pemerintah desa dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Bojanegara.

Kami terkejut, karena pada hari Sabtu malam (26/12) investor melaunching-kan tempat karaoke-nya. Tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu dan tidak ada pemberitahuan bahwa tempat karaoke tersebut mendapat izin KPMPT,” kata Hervan.

Kalau memang sudah mendapat izin, seharusnya disosialisasikan kepada warga, agar tidak terjadi berita yang simpang siur dan informasinya jelas ke warga. Serta diterangkan mengapa mendapat izin padahal kami sudah menolaknya,” lanjutnya.

Sementara itu, pihak Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (KPMPT) Purbalingga, ketika dikonfirmasi mengaku ada 2 (dua) surat yang diterimanya, yang satu penolakan dari warga, dan yang satunya persetujuan warga yang tertampung dalam Forum Bojanegara Rempug (FBR).

FBR itu forum seperti apa? Kami sebagai warga Desa Bojanegara belum tahu kalau ada forum seperti itu. Mereka mengatakan kalau sudah berdiri sejak 3 tahun, namun pada kenyataannya, forum tersebut belum diketahui oleh warga Desa Bojanegara,” tandas Hervan.

Menurut informasinya, warga Desa Bojanegara akan tetap melakukan penolakan adanya tempat karaoke tersebut. Mereka akan memasang banner yang telah dibubuhi tanda tangan warga sebagai bentuk penolakan. Jika penolakan tersebut masih tetap gagal, mereka meminta kepada pihak terkait untuk menjelaskan proses perizinan beroperasinya tempat karaoke pasific itu. Karena selama ini belum ada musyawarah dengan warga tentang disetujuinya Karaoke Pasific.

(Kabare Bralink/Istimewa)


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis