Headlines News :
Home » , » Warga Purbalingga Harus Naik Perahu Demi Nyoblos

Warga Purbalingga Harus Naik Perahu Demi Nyoblos

Written By Kabare Bralink on Tuesday, December 8, 2015 | 12:10 PM

Foto : Menyeberangi Sungai Gintung ( istemewa/detik )
Purbalingga - Warga di Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah harus bersusah payah untuk menggunakan hak suaranya pada gelaran Pilkada serentak, Rabu (9/12). Mereka harus menyeberangi sungai menuju ke TPS.

Untuk melancarkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga pada 9 Desember nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Purbalingga dan Kodim 0702 Purbalingga, rencananya akan memfasilitasi dua perahu karet untuk menyebarang sungai dan dua unit truk untuk warga Grumbul Jomblang, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah yang akan menuju tempat pemungutan suara. Hal tersebut dilakukan karena untuk menuju TPS terdekat, warga harus menyebrangi Sungai Gintung.


"Ada sekitar 120 warga yang terdaftar. Mereka terdaftar di TPS 8 Grumbul Mlayang, kalau mau cepat ke Grumbul itu harus menyebrangi sungai Gintung, lalu jalan kaki sejauh 1 kilometer," kata Ketua KPU Purbalingga, Sri Wahyuni, Senin (7/12/2015).

Menurut dia, menyeberangi sungai merupakan jalan paling cepat menuju TPS 8. Jika tidak, mereka harus berjalan memutar sejauh 25-35 kilometer, apalagi memasuki musim hujan seperti saat ini, debit air sungai sangat tinggi, di mana biasanya air hanya sebatas pinggang atau lutut, saat musim hujan seperti ini air meninggi hingga sedada orang dewasa.

"Nanti dari TNI akan disiapkan perahu karet dengan kapasitas 8-10 orang," ujarnya.

Menurut Dandim 0702 Purbalingga Letkol Kav Dedi Safrudin, pihaknya akan mengawal warga Grumbul Jomblang yang akan menyeberang untuk memilih di Grumbul Mlayang. Nantinya setiap kali menyebrang, perahu karet akan dikawal oleh dua regu anggota TNI baik di atas perahu maupun yang berenang di kanan dan kiri perahu.

"Hari Minggu kemarin kita sudah lakukan simulasi, dalam pengamanan kita siapkan tali, pelampung. Kita sudah menambahkan kekuatan tali, pengamanan penyeberangan untuk ibu-ibu dan anak-anak juga sudah, meskipun awalnya mereka ragu, karena arusnya memang sangat besar, makanya kita kawal dengan pelampung," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, untuk dapat menyeberangi sungai tersebut menggunakan satu perahu dibutuhkan waktu sekitar dua menit dengan kapasitas perahu sekitar 8-10 orang. "Kita standby menyebrangkan warga yang akan memilih dari jam 07.00 - 13.00 WIB," ungkapnya. (Detik/KabareBralink)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis