Headlines News :
Home » » Demi Rampungnya Pembangunan Pasar Bobotsari, Pasar Kutasari Ditunda

Demi Rampungnya Pembangunan Pasar Bobotsari, Pasar Kutasari Ditunda

Written By Kabare Bralink on Saturday, January 16, 2016 | 5:13 PM

PURBALINGGA – Pembangunan Pasar Bobotsari saat ini tengah menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak? Pembangunan tersebut sudah mencapai tiga tahun namun belum rampung-rampung. Dari berbagai pihak pun telah menuai protes karena pembangunan yang lambat. Untuk itu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) harus bertindak cepat. Karena lamanya proses penyelesaian pasar Bobotsari itu juga berimbas ke revitalisasi pasar lainnya. Seperti rencana renovasi Pasar Kutasari yang sudah diwacanakan tahun ini akhirnya harus diundur.

Kabid Perdagangan Dinperindagkop Purbalingga, Sumitro mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengalokasikan anggaran senilai Rp 9 miliar untuk renovasi Pasar Kutasari. Sebab, kondisi pasar tersebut dinilai sudah tidak representatif lagi untuk kegiatan jual beli. Namun, anggaran yang ada digunakan untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Bobotsari.

“Pertimbangan kami, karena pembangunan Pasar Bobotsari yang hingga saat ini belum selesai, akhirnya perbaikan pasar Kutasari kita tunda dulu,” ujarnya, Jumat (15/1).

Sumitro juga mengakui bahwa selama ini, tahapan pembangunan Pasar Bobotsari menuai protes berbagai pihak. Diantaranya seperti DPRD, pedagang, masyarakat. Mereka protes karena pembangunan Pasar Bobotsari tidak rampung- rampung.

“Kita akan upayakan keras agar tidak ada lagi putus kontrak seperti kemarin. Tahun ini harus rampung,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya akan kembali mengusulkan anggaran untuk renovasi Pasar Kutasari. Kemungkinan pada APBD Perubahan 2016 atau setidaknya pada APBD murni 2017. Lebih rinci dikatakan, kondisi Pasar Kutasari memang kurang layak untuk kegiatan tansaksi berdagang/jual-beli.


Menurutnya, bagian lantai pasar itu masih berupa tanah dengan sejumlah bangunan los yang rusak dan rapuh. Tidak hanya itu, untuk transaksi jual beli hewan dan ternak, pedagang saat ini menggunakan lahan Sub Terminal Kutasari yang sepi karena tak digunakan untuk mangkal angkutan pedesaan. Jalan utama di depan pasar juga sangat sempit. Sehingga saat pagi hari atau saat hari pasaran, jalan di depan pasar sering macet.

(Kabare Bralink/RB)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis