Headlines News :
Home » » Dua PNS Purbalingga Hilang Karena Mengikuti Ajaran Sesat

Dua PNS Purbalingga Hilang Karena Mengikuti Ajaran Sesat

Written By Kabare Bralink on Wednesday, January 13, 2016 | 11:40 AM

PURBALINGGA – Saat ini sedang beredar kabar tentang orang yang hilang karena mengikuti organisai sesat/terlarang. Untuk itu, Penjabat Bupati, Purbalingga Budi Wibowo mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat dan perkumpulan pengajian (majelis taklim) untuk waspada terhadap gerakan-gerakan yang akan merongrong Pancasila. Masyarakat dihimbau mencermati gerak-gerik orang asing dilingkungannya, yang mengajak untuk ikut ajaran baru diluar kebiasaan yang selama ini dilakukan oleh umat Islam.
sambutan PJ Bupati Purbalingga saat memperingati maulid nabi

Pesan saya kepada para alim ulama, masyarakat dan perkumpulan majelis taklim agar kalau ada orang asing di lingkungan mengajak dan mengajarkan amalan serta berperilaku yang ngeneh-nganehi (diluar kebiasaan) agama yang selama ini dijalani untuk dicermati dan berhati-hati,” pinta Budi Wibowo, saat menyampaikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijiriyah di Pendapa Dipokusumo Selasa malam (12/1) yang diikuti pimpinan FKPD Kabupaten Purbalingga, para pimpinan SKPD, pimpinan BUMD, Camat se-Kabupaten Purbalingga dan tokoh agama Islam, serta masyarakat.

Dalam sambutan peringatan maulid nabi yang menghadirkan penceramah KH Adib Zamroni dari Kabupaten Demak, Budi Wibowo juga berpesan, agar apabila masyarakat yang menemukan atau ada warga asing dengan perilaku diluar kewajaran supaya segera melaporkan kepada pihak berwajib. Hal itu penting sebagai upaya pencegahan dini terhadap gangguan sekecil apapun. Masyarakat juga harus proaktif melaporkan ke RT, RW dan kepala desa setempat.

Pihak RT, RW dan pemerintah desa harus dilapori kalau ada kejadian atau warga asing yang perilakunya nganeh-nganehi, karena saya sudah kecolongan dua anak buah (PNS-red), sehingga saya merasa merugi karena harus kehilangan orang-orang yang seharusnya bekerja dengan baik untuk membangun Purbalingga, malah hilang entah kemana,” imbuhnya.

Budi menuturkan, ajaran ormas yang menurut MUI dianggap sesat sudah mempengaruhi kedua bawahnnya. Dalam ajarannya, ormas tersebut tidak mewajibkan pengikutnya melakukan sholat wajib lima waktu seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Selain hal itu, hal yang lebih membuat ngeri adalah anak-anak mereka juga dilarang untuk menempuh pendidikan (sekolah) serta ajaran sesat lainnya. Apakah itu termasuk ajaran yang benar? Tentu saja bukan, bagaimana suatu ajaran melarang generasi mudanya untuk bersekolah.

Dalam waktu dekat, kata Budi, pihaknya segera melakukan pendataan seluruh pegawai, hal itu untuk mengecek semua PNS yang ada. Pimpinan juga harus mencermati bawahannya, apabila sampai ada pegawainya yang tidak masuk dalamn jangka yang lama tanpa ada keterangan, harus segera dilaporkan. BUMD dan SKPD lain seperti Kemenag juga diminta melakukan hal yang sama untuk memastikan pegawainya tidak tersangkut jaringan ormas terlarang tersebut.

Sedangkan adanya dua PNS hilang di lingkungannya Pemkab Purbalingga yang menurut informasi ikut dalam organisasi di luar daerah tersebut yang menurut fatwa MUI sesat, keberadaanya keduanya sampai saat ini belum diketahui. Untuk itu, pihaknya sudah melaporkan dan meminta bantuan dari pihak Polres dan Kodim 0702 Purbalingga agar kedua PNS tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), supaya segera ditemukan keberadaannya.
KH. Adib Zamroni saat bertausiah di Purbalingga

Dalam acara peringatan Maulid Nabi, KH Adib Zamroni dalam tausiahnya menuturkan, Negara Indonesia merupakan tempat subur tumbuhnya orang-orang atau kelompok masyarakat atau aliran yang menyesatkan umat. Ada bermacam-macam aliran sesat yang pernah ada di Indonesia, seperti ada orang mengaku sebagai nabi baru, mengaku sebagai Tuhan dan lain sebagainya. Dengan iming-iming memperoleh surga secara instan (cepat) serta tidak mewajibkan mereka untuk beribadah, dengan mudahnya mereka mendapatkan pengikut. Menurut Zamroni, untuk menangkal semua gerakan itu, umat Islam khususnya generasi muda dan anak-anak harus dididik kembali kepada ajaran serta cinta Nabi Muhammad SAW. Karena Rasululloh merupakan nabi penutup zaman.

Dengan mendidik anak-anak dan generasi muda serta umat untuk cinta dan kembali ke ajaran benar dari Rasululloh, semua itu dapat di tangkal karena Rasulluloh merupakan nabi penutup,” ujarnya.

Walah-walaah.. ngeri siki ya, Lur.. Mayuh kabehan aja pada gampang terpengaruh sing nyleneh.. Surga kui mesti ana, tapi carane ora instan, inyong karo rika kabeh kudu rajin shalat, amal ibadah apik njur gawe apik karo umat liane.. Pada arep mlebu Surga utawa Neraka kue hake Gusti Allah kang Maha Agung... Nanging, nyong pada kudu menjalankan perintahe lan ninggalna larangane.. 

Mugo-mugo wong Purbalingga sing ilang (lunga ora genah) gagean cepet ditemukan, lan ora ana kejadian maning sing kayak kie..!


(Kabare Bralink/Hms)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis