Headlines News :
Home » » Gelombang Pertama Eks Gafatar Dijemput

Gelombang Pertama Eks Gafatar Dijemput

Written By Kabare Bralink on Friday, January 29, 2016 | 7:10 AM

PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga saat ini terus memperhatikan warganya yang menjadi eks Gafatar. Untuk itu, terus memantau agar warganya bisa pulang ke kampung halaman. Pemkab berencana akan menjemput eks Gafatar asal Purbalingga yang akan dilakukan oleh personel TNI, Polri dan Kesbangpol Purbalingga.

Pj. Bupati Purbalingga, Budi Wibowo mengatakan setelah dilakukan normalisasi oleh pemerintah provinsi selama 3 hari di Asrama Haji Donohudan, Pemkab akan segera melakukan penjemputan. Hal tersebut sesuai dengan instruksi gubernur, tanggal 29 harus sudah dilakukan penjemputan.

Oleh karena itu, hari ini kita sudah kirimkan tim untuk melakukan penjemputan,” kata Budi di ruang kerjanya, Kamis (28/1).

Eks Gafatar yang dilakukan penjemputan untuk gelombang pertama ini sebanyak 3 orang yang merupakan masih satu keluarga, yakni Ali Murtopo, isteri dan anaknya yang masih kecil. Sebenarnya mereka bukan asli Purbalingga, mereka berasal dari Depok.

Namun dari hasil assessment tim pemulangan pemprov, mereka ingin kembali ke orang tuanya di Bukateja,” katanya

Sekembalinya dari Donohudan akan langsung dikembalikan ke orangtuanya. Orangtua serta warga sekitar mau menerimanya. Pihak kecamatan, desa juga telah diinstruksikan agar senantiasa memberikan pengawasan agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan terhadap eks gafatar.

Untuk normalisasi akan digabung dengan gelombang ke dua yang berjumlah 72 orang,” katanya

Pembinaan yang semula akan dilaksanakan selama satu minggu, akan dilakukan selama 3 hari. Hal ini terkait dengan biaya anggaran yang cukup besar, sementara tidak masuk dalam APBD 2016. Untuk mengatasi hal tersebut, anggaran akan ditopang dari beberapa kegiatan SKPD yang sesuai.

Pembinan nantinya akan dilakukan oleh MUI, FKUB, Kepolisian serta psykolog,” ungkap Pj. Buupati.

Hal ini perlu dilakukan menurut karena eks Gafatar merupakan korban dari cuci otak. Karena secara logika kehidupan di sini lebih baik dari pada hidup di sana (Kalimantan). Ada yang sedang jadi dokter, PNS dan petani maju, kenapa harus pindah kesana dengan kondisi seperti itu.

Budi juga berharap kepada eks Gafatar agar kembali ke jalan yang benar, jangan berbuat yang aneh-aneh, patuh terhadap tatanan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Insya Allah pada penjemputan gelombang kedua, saya dengan Pak Kapolres akan ikut mendampinginya, ” kata Budi.

Sebagaimanan diberitakan terdahulu pemkab Purbalingga telah menyediakan Balai benih ikan (BBI) untuk penampungan eks gafatar selama 3 hari. BBI nempunyai kapasitas 70-80 orang dengan fasilitas 7 MCK juga terdapat dapur umum.


(Kabare Bralink/Hms)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis