Headlines News :
Home » » Purbalingga Perlu Tempat Pengelolaan Sampah Yang Baru

Purbalingga Perlu Tempat Pengelolaan Sampah Yang Baru

Written By Kabare Bralink on Monday, January 25, 2016 | 9:40 AM

PURBALINGGA – Banyaknya sampah di Purbalingga saat ini menjadi perhatian tersendiri. Kawasan pembuangan sampah di Banjaran sudah menggunung dan perlu tempat baru seagai tempat pembuangan sampah. Pemerintah pun berusaha mencari tempat lain untuk dijadikan pengganti Desa Banjaran.

Untuk itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Purbalingga mencari lokasi baru yang akan mejadi Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sebagai pengganti di Banjaran. Saat ini, lokasi yang sudah santer untuk dijadikan lokasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) berada di Dusun Selayang, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang.

Secara umum Kawasan Dusun Selayang layak. Kemungkinan tahun depan baru diajukan penganggaran untuk pembebasan lahannya,” kata Ichda Masriyanto, Kepala BLH Purbalingga, Jumat (22/1).

Dengan hasil studi kelayakan tersebut, lokasi TPST pengganti TPA Banjaran akan berada cukup jauh dari wilayah perkotaan. Meski dari aspek sosial akan mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi, ada konsekuensi lain yang harus siap ditanggung Pemkab Purbalingga. Misalnya pembiayaan untuk transport pengangkutan sampah dipastikan akan membengkak.

Secara topografi, memang agak sulit menentukan lokasi TPST ini. Tapi kalau lokasinya di Selayang, jaraknya sekitar 18 kilometer. Idealnya memang tidak lebih dari 8 kilometer jika mengacu pada anggaran yang ada sekarang,” kata Purnawan Setiadi, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purbalingga.

Purnawan mengakui bahwa berdasarkan hasil simposium yang pernah dihadirinya di Bandung, idealnya Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran hingga tiga persen dari APBD untuk pengelolaan sampah‎. Dengan dana sebesar itu, tentu saja berbagai persoalan terkait dampak sosial maupun lingkungan yang mungkin muncul akan bisa diminimalisir.

Itu masih sebatas impian saja sepertinya untuk kita. Dengan luas wilayah Purbalingga dan volume sampah yang dihasilkan, kita harusnya punya dua TPA,” katanya.

Saat ini warga Purbalingga menghasilkan 160 meter kubik sampah per hari. Jumlah tersebut, setara dengan sekitar 200 ton sampah per harinya. Untuk mengatasi jumlah sampah tersebut, Pemkab menerjunkan 137 petugas dengan 12 armada truk pengangkut sampah.

Menurut Purnawan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang mendorong untuk pembuatan TPA Regional yang akan menjadi muara bagi sampah dari beberapa daerah bertetangga. Pilot project TPA Regional itu saat ini sedang dibangun di kawasan Pekalongan.

Kalau kita bisa ikut membangun TPA Regional, pasti akan lebih baik lagi. Tetapi memang butuh kerjasama antar pemerintah kabupaten, untuk penentuan lokasinya,” kata Purnawan.

TPA Regional itu, dipastikan akan menguntungkan semua pihak, terutama beberapa daerah yang bekerjasama dalam pemanfaatannya. Sebab, semua biaya operasional akan ditanggung oleh Pemprov Jateng.

Untuk mewujudkannya, memang butuh kebesaran hati pemerintah daerah tertentu yang nantinya ditetapkan sebagai lokasinya TPA Regional,” pungkasnya.

Weleh-weleh, akeh temen runtah neng Purbalingga ya,, Lur.. aja pada buang sampah sembarangan ya... syukur-syukur teyeng mengelola dewek, dadi ora nambahi sampah..

(Kabare Bralink/SatelitNews, foto : SM)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis