Headlines News :
Home » » 5 Keluruhan Di Purbalingga Termasuk Lingkungan Kumuh

5 Keluruhan Di Purbalingga Termasuk Lingkungan Kumuh

Written By Kabare Bralink on Wednesday, February 3, 2016 | 9:58 AM

PURBALINGGA – Lingkungan kumuh, seharusnya sudah tidak ada lagi di wilayah Purbalingga. Namun, nyatanya masih tetap ada lingkungan kumuh di lima wilayah kelurahan Kabupaten Purbalingga. Hal itu mangacu pada Surat Ketetapan (SK) Bupati tentang Kawasan Kumuh Hasil Survei Tim Dinas Cipta Karya Jawa Tengah yang diteruskan pada Fasilitator Program Peningkatan Kualitas Kawasan Pemukiman (P2KKP) Purbalingga.
Ilustrasi, sumber : google

Mengacu pada SK tersebut, maka wilayah Purbalignga yang kumuh meliputi Kelurahan Purbalingga Wetan dengan luasan 8,15 hektare. Selanjutnya wilayah Kelurahan Purbalingga Lor (4,85 hektare), Kelurahan Purbalingga Kidul (2,2 hektare), Kelurahan Kembaran Kulon (6,39 hektare), dan Kelurahan Kandanggampang (10,78 hektare).

Total saat ini di Purbalingga ada sekitar 32,37 hektare permukiman yang terkategorikan kumuh ringan dan sedang,” kata Koordinator P2KKP Kabupaten Purbalingga, Thomas Puguh Gunawan, Jumat (29/1).

Sesuai dengan pelaksanaan program P2KKP, kelima kelurahan tersebut akan menjadi target penanganan pemukiman kumuh ditambah dengan dua wilayah percontohan, yaitu Desa Grecol dan Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah. Untuk menyusun perencanaan program ini, pemerintah telah menganggarkan dana sebanyak Rp 3 miliar.

Tahun 2015 kami sudah menyusun perencanaan, tinggal implementasi pembangunan fisik tahun 2016. Tapi kita belum mendapatkan informasi berapa besaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang akan diperoleh,” ujarnya.

Menurutnya, setidaknya ada delapan indikator yang selain menjadi dasar pengkategorian sekaligus menjadi sasaran peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh. Di antaranya kondisi bangunan hunian, jaringan jalan, drainase lingkungan, pelayanan air bersih, pengendalian limbah, persampahan, pengamanan kebakaran, dan ruang terbuka hijau.

Setiap kelurahan memiliki problem yang berbeda-beda, sesuai dengan rancangan baseline yang disusun oleh Badan Keswadayan Masyarakat (BKM) masing-masing kelurahan. Tetapi pembangunan fisiknya, harus fasilitas yang sifatnya komunal bukan individu,” kata Puguh.


Seperti diketahui P2KKP merupakan kelanjutan dari PNPM Mandiri Perkotaan. Perbedaannya hanya lebih memfokuskan penanganan di lima kelurahan dan dua wilayah percontohan dari 44 desa/kelurahan eks pendampingan PNPM Mandiri Perkotaan di Purbalingga.

Mayuhlah, pada sregep bersih-bersih neng lingkungane dewek-dewek, ben aja kotor...

(Kabare Bralink/SP)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis