Headlines News :
Home » , » Catat Tanggalnya, Temu Komunitas Film Indonesia

Catat Tanggalnya, Temu Komunitas Film Indonesia

Written By Kabare Bralink on Friday, March 4, 2016 | 2:04 PM

PURBALINGGA - Kegiatan perfilman terhitung subur di tingkat akar rumput. Setiap tahunnya, berbagai komunitas dan kelompok film berkontribusi bagi tumbuh-kembang perfilman Indonesia di kampus-kampus, desa-desa, kecamatan-kecamatan. Lebih pentingnya lagi, geliat ini juga tumbuh di daerah-daerah yang jauh dari industri film maupun bioskop, macam Purbalingga, Palu, Aceh, hingga Papua. Masing-masing hidup dan bernafas dengan caranya sendiri, baik lewat produksi film, ekshibisi film untuk publik, penyelenggaraan festival, pembukaan ruang diskusi, lokakarya, hingga kritik dan kajian.

Menanggapi perkembangan ini, sejumlah kelompok dan komunitas film membentuk jaringan kerja bersama untuk menyelenggarakan Temu Komunitas Film Indonesia di Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah selama 25-27 Maret 2016. Jaringan kerja tersebut terdiri dari CLC Purbalingga, Jaringan Kerja Film Banyumas, Cinema Poetica, Boemboe, Serunya, dan Viddsee. Pada penyelenggaraan kali ini, CLC Purbalingga bertanggungjawab sebagai pengelola pertemuan, sebagai bentuk apresiasi atas capaian komunitas film Purbalingga dan Banyumas Raya di tingkat nasional.

Seperti yang tersirat dari namanya, Temu Komunitas Film Indonesia 2016 terbuka bagi kelompok maupun komunitas film se-nusantara. Juga bagi individu-individu yang berminat dan aktif berkegiatan melalui film. Temu Komunitas Film Indonesia diniatkan menjadi titik temu juga kesempatan bagi berbagai pegiat film di Indonesia untuk berjejaring, berbagi pengetahuan, membangun kerjasama, dan tentunya bersenang-senang.

Temu Komunitas Film Indonesia 2016 merupakan lanjutan dari Kongres Kegiatan Perfilman Nasional Berbasis Komunitas, yang diselenggarakan pada 17-20 Maret 2010 di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo. Kala itu terkumpul 170 orang dari 93 komunitas film dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Selang enam tahun, ide melanjutkan pertemuan pada 2010 menjadi kian penting, terutama ketika dinamika komunitas film di Indonesia yang semakin beragam dan bermunculan di banyak kota.

Ada dua program yang menjadi sentra kegiatan Temu Komunitas Film Indonesia 2016. Pertama, kelas-kelas tematik sebagai ruang berbagi untuk para pegiat komunitas film. Ada enam topik yang ditawarkan, meliputi penulisan proposal kegiatan, pengelolaan pemutaran dan festival film, pengelolaan teknis pemutaran film, apresiasi dan kritik film, distribusi dan teknologi, serta penulisan skenario. Kelas-kelas ini tidak memungut biaya keikutsertaan, dan akan dipandu oleh narasumber-narasumber dari dunia perfilman Indonesia.

Kedua, Forum Pendanaan Inisiatif Komunitas. Tidak seperti forum pendanaan pada umumnya, forum ini hanya menerima pengajuan proposal kegiatan perfilman non produksi, seperti: pemutaran, kajian, diskusi, pendidikan, penelitian, pengarsipan, pengembangan, dan kegiatan-kegiatan terkait. Kegiatan perfilman non produksi terabaikan dibandingkan kegiatan produksi di tengah jumlah komunitas film yang berkembang pesat. Itulah alasan utama kenapa Temu Komunitas Film Indonesia 2016 hendak mendukung kegiatan non produksi. Forum Pendanaan Inisiatif Komunitas akan memilih dua proposal kegiatan, dan masing-masing akan mendapat dukungan senilai Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah).

Pendaftaran kelas dan forum pendanaan buka sampai dengan 5 Maret 2016. Selain kelas dan forum pendanaan, Temu Komunitas Film Indonesia 2016 turut menghadirkan diskusi tentang perkembangan film Indonesia, layar tancap, kelas yoga, dan lomba karaoke.

Informasi selengkapnya tentang Temu Komunitas Indonesia, juga formulir pendaftaran kelas dan forum pendanaan, tersedia di situs temukomunitas.cinemapoetica.com, email penyelenggara : temukomunitasfilm@gmail.com.

PROFIL LEMBAGA PENYELENGGARA
1. CLC Purbalingga
CLC Purbalingga berdiri pada 4 Maret 2006. Fokus kegiatan CLC Purbalingga meliputi lokakarya, produksi, pemutaran, perpustakaan, distribusi, dan festival film.

2. Jaringan Kerja Film Banyumas
JKFB adalah asosiasi komunitas film di Banyumas Raya (Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, dan Cilacap) yang berdiri sejak 2007 dan saat ini berdomisili di Purbalingga. JKFB merupakan lembaga fasilitator dan mediator dalam mengembangkan dan memajukan kegiatan perfilman di Banyumas Raya.

3. Cinema Poetica
Cinema Poetica, dirintis pada 14 Oktober 2010, adalah kolektif kritikus, jurnalis, akademisi, peneliti, dan pegiat film. Cinema Poetica berfokus pada produksi dan distribusi pengetahuan sinema bagi publik, sebagai tanggapan terhadap minimnya literatur tentang film di Indonesia, serta minimnya kajian tentang sinema Indonesia pada umumnya.

4. Boemboe
Didirikan pada 2003, Boemboe adalah organisasi berbasis online yang fokus pada promosi/distribusi film pendek Indonesia, membangun jaringan kerja antar pembuat film, komunitas film, kine klub, festival film lokal dan pada saat bersamaan membangun hubungan yang baik dengan kegiatan film pendek di luar Indonesia.

5. Serunya
Sebuah perusahaan film yang sejak 2007 telah melahirkan sejumlah penulis skenario film bioskop maupun televisi melalui kegiatan pelatihan, juga menjadi agen/manajer untuk sejumlah penulis skenario profesional. Pada 2014, serunya mendapat nominasi Apresiasi Film Indonesia untuk kategori institusi pendidikan.

6. Viddsee
Viddsee adalah sebuah multiplatform online yang mengumpulkan dan memilih film pendek Asia terbaik untuk ditampilkan di platform kami. Viddsee memiliki basis audiens internasional yang luas, mempromosikan film pendek Asia terbaik ke seluruh jaringan film pendek, festival, film market, dan banyak lainnya.


(Kabare Bralink/Clc)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Braling - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis